Doa Ifititah Khusus Shalat Tarawih

Salah satu ibadah yang disunnahkan di bulan Ramadlan adalah shalat tarawih. Sebagian masyarakat Indonesia ada yang melaksanakan shalat tarawih sebanyak 20 Rakaat plus 3 rakaat shalat witir, ada juga yang melaksanakan sebanyak 8 rakaat plus 3 rakat shalat witir. Karena jumlah rakaat yang banyak, terutama ketika mengerjakan shalat tarawih 20 rokaat, terkadang shalat tarawihnya agak cepat, bahkan bisa jadi ada beberapa kesunnahan dalam shalat yang mungkin ditinggalkan. Coba perhatikan Imam pada sholat tarawih, kadang antara bacaan takbiratul ihram dan bacaaan surat Al Fatihah tidak ada jeda, atau ada jeda tapi sangat sedikit. Bisa jadi imamnya baca doa Ifititah secepat kilat, atau tidak baca doa Ifititah krena hukumnya Sunnah. 

Dalam kitab Nihayatuz Zain halaman 62, Imam Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa ada beragam doa Ifititah yang disunnahkan, ada versi panjang, sedang, ada juga yang pendek. Beberapa versi bacaannya yaitu:

وجهت وَجْهي للَّذي فطر السَّمَوَات وَالْأَرْض حَنِيفا مُسلما وَمَا أَنا من الْمُشْركين إِن صَلَاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب الْعَالمين لَا شريك لَهُ وَبِذَلِك أمرت وَأَنا من الْمُسلمين

الْحَمد لله حمدا كثيرا طيبا مُبَارَكًا فِيهِ

الله أكبر كَبِيرا وَالْحَمْد لله كثيرا وَسُبْحَان الله بكرَة وَأَصِيلا

اللَّهُمَّ باعد بيني وَبَين خطاياي كَمَا باعدت بَين الْمشرق وَالْمغْرب اللَّهُمَّ نقني من خطاياي كَمَا ينقى الثَّوْب الْأَبْيَض من الدنس اللَّهُمَّ غسلني من خطاياي بِالْمَاءِ والثلج وَالْبرد

اللَّهُمَّ أَنْت الْملك لَا إِلَه إِلَّا أَنْت أَنْت رَبِّي وَأَنا عَبدك ظلمت نَفسِي وَاعْتَرَفت بذنبي فَاغْفِر لي ذُنُوبِي جَمِيعًا فَإِنَّهُ لَا يغْفر الذُّنُوب إِلَّا أَنْت واهدني لأحسن الْأَخْلَاق لَا يهدي لأحسنها إِلَّا أَنْت واصرف عني سيئها لَا يصرف عني سيئها إِلَّا أَنْت لبيْك وَسَعْديك وَالْخَيْر كُله فِي يَديك وَالشَّر لَيْسَ إِلَيْك أَنا بك وَإِلَيْك تَبَارَكت رَبنَا وَتَعَالَيْت أستغفرك وَأَتُوب إِلَيْك

Menurut Imam Nawawi, orang shalat boleh memilih bacaan mana saja dari beberapa versi bacaan doa Ifititah di atas, dan setiap yang membacanya akan mendapat kesunnahan membaca doa Iftitah pada shalat yang biasa dilakukan seperti shalat wajib lima waktu, Umat Islam bisa membaca versi panjang, atau bahkan bisa menggabung dari beberapa versi. 

Akan tetapi pada shalat tarawih yang biasanya dikerjakan agak cepat dengan tetap memperhatikan syarat dan rukun shalat, imam shalat tarawih bisa membaca doa Iftitah versi pendek. Kesunnahan membaca doa iftitah tetap dapat, tarawihnya juga tidak terlalu lama. Imam cukup membaca doa iftitah:

الله أكبر كَبِيرا وَالْحَمْد لله كثيرا وَسُبْحَان الله بكرَة وَأَصِيلا

Bacaan doa iftitah ini bersumber dari Hadis Rasulullah SAW: 

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ أَخْبَرَنِي الْحَجَّاجُ بْنُ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ الْقَائِلُ كَلِمَةَ كَذَا وَكَذَا قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ عَجِبْتُ لَهَا فُتِحَتْ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ قَالَ ابْنُ عُمَرَ فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَلِكَ

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Isma`il bin ‘Ulayyah telah mengabarkan kepadaku Al Hajjaj bin Abu Usman dari Abu Zubair dari ‘Aun bin Abdullah bin ‘Utbah dari Ibnu Umar dia berkata; “Ketika kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba seseorang mengucapkan ALLAHU AKBAR KABIRAW WAL HAMDU LILLAHI KATSIIRAW WASUBHAANALLAAHI BUKRATAN WA ASHIILAN (Maha Besar Allah, dan segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang).” Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?” Seorang sahabat menjawab; “Saya wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi, sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu.” Kata Ibnu Umar; “Maka aku tak pernah lagi meninggalkannya semenjak aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan hal itu.”

Semoga bermafaat

Dr. Holilur Rohman, M.H.I, Ustadz di Cariustadz.id dan Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya

Tertarik mengundang ustadz Dr. Holilur Rohman, M.H.I? Silahkan klik disini